Postingan

Transisi

  Hai, aku kembali.   Akhir-akhir ini aku merasa keyakinan diriku dirampok. “Basi” menjadi kata yang seakan menghakimi langkahku. Meskipun tak berhenti menulis, ada keseganan mengunggah tulisan di media sosial, termasuk zine-zine-an online ini.   Akhir-akhir ini aku merasa dihantui oleh tuntutan menjadi mutakhir. Berbagi cerita, yang biasanya membuatku merasa penuh, ditahan oleh macam-macam keraguan. Aku merasa terdampar di titik yang gamang. Titik transisi.   Transisi adalah masa yang personal dan sunyi. Ia merupakan jembatan temaram yang perlu kita seberangi dengan irama kita sendiri. Sebagian orang menyiasati gamang dengan one step at a time, ada yang berjalan pelan-pelan tetapi penuh keyakinan, ada juga yang memilih terus bergerak seperti roda sepeda.   Di edisi ini, aku mengantar cerita tiga perempuan tentang masa transisinya. All females pannel untuk merayakan Hari Perempuan International yang baru lewat beberapa hari lalu. Ada Tiffany ya...

One Step at a Time Menyelamatkan Hidup Tiffany

Tukang Post Pasti Selamat

Ibu Dedeh: Boomer yang Berlari Secepat Zaman